Tampilkan postingan dengan label Lomba Karya Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba Karya Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2013

Pengembala Debu

Menyusuri sudut riuh kota
Bergelantung bara api
Perut berdemo terdengar menderu
Disana kau menyanyi harapan menjemput lembaran kertas berharga
Nak, murni sekali keringatmu
Pukulan polusi mewah menjerat sisi tubuhmu
Berbal
ut kemurnian walau melepas cangkang
Duniamu berlian, nak !
Lihat sang fajar tersenyum bersama matahari meliuk-liuk
Tanda
Maha Sakti mengibarkan secercak harap
Teman setiamu 3 butir kaleng
Mainkan musiknya nak!
Berlomba kala sang surya tidak termakan kege
Lapan
Langkah putih menuju cakrawala gapai harapan batang pilu
Tiap helaian nafas kau rajut asamu
Syahdu nan merdu kicauan suaramu
Mungkinkah tangan-tangan mewah menolongmu ?
Tidak
Bendera kemenangan tanda semangat hidupmu
Sepotong ranting mengulurkan
Tempat begerumul nafas kekayaan
Teruslah bernyanyi nak !
Tunggu keajaiban kan menjemputmu
 
 

Tidur panjang tanpa mimpi

Meskipun telah lama dirimu pergi ,
dan kini tlah menjalin cinta dgan yank lain,
wajah serta segala yg ada dalam hdupmu
 slalu teringat jelas sampai masa ini, ,
 ,aku bingung dan slalu bertanya-tanya 
aku harus bagaimana. . ?
Hingga ku temukan jawaban dari smua penghuni dunia
 hanya tidur panjang tanpa mimpikulah yang mampu melupakan mu sayang.
 
by :  Ojha Murvinist 
 

Cinta,..

Cinta,..
Apakah engkau benar nyata
Atau cuma halusinasi semata
Jika benar engkau nyata Biarkan aku merasa..
Jika cuma halusinasi Ku harap semua hanya mimpi
By :  Nurul Bahiyah
 
 

Oh tuhan ku''

Aku adalah seorang manusia biasa
Yang selalu mengharap kan ke ridhoan dari mu,
Wahai Tuhan ku ajarkan lah kepada ku tentang arti kesabaran, arti ke ikhlasan, dan next

Arti kemandirian,
Aku ingin selalu ada dalam lindungan mu ya Allah,
Hati ku hampa, hati ku resah, hati ku gundah, ketika aku merasa jauh dari mu,
Ya Tuhan ku, jangan pernah Kau jauh dari lubuk hati ku,
Bimbinglah aku selalu di jalan Mu, hati ku merasa tenang, hati ku merasa bahagia jika aku berada di sisi Mu, Wahai Tuhan ku, YME...

By : Herlina Leons 

"MENANTI"

Dear: My Love
Di manapun engkau berpijak
From: Seorang pencintamu tanpa seorangpun tahu.

Aku tak tahu harus mulai darimana,
Yang ku tau, sejak aku bersamamu,
Duniaku kini tak seindah yang dulu.

Duniaku yang kini
kau ikut lukis bersamaku disini,
Serasa semakin indah.

Tak ada kata yang dapat ku ucap,
Bahkan aku tak tau apa inginnya hatiku,
Yang Ku tau, ku hanya ingin bersamamu.

Rasa ini semakin menjadi,
Tapi kau telah ada yang miliki,
Aku hanya terpaku, diam menanti.

Entah apa yang akan terjadi,
Bagaimanapun nanti,
Aku akan tetap disini,
Menanti.
 

Cilegon, 29 Januari 2013 11;25 PM

Cilegon, 29 Januari 2013 
11;25 PM

Kadang saat mata ini melihat lebih dalam ke matamu,
Aku terlebih rindu keramahanmu,
Aku rindu cahaya binar indah dititik matamu,
Senyum yang aku suka darimu…
Memang lembut itu tidak berubah…
Suara itupun tidak berubah…
Dan rasa yang aku harap bertambah dan tetap.
Andaisaja aku bisa diam,
Andaisaja tidak ada waktu itu,
Mungkin senyumku saat ini,
Adalah kebahagiaan yang utuh…
Bukan senyum dalam bayangan antara kecewa n air mata.


  by :Viiyans Ville 
 

Domba kecilku

Riefa..
Dengan Domba kecilnya.

Domba kecilku
sembilan bulan yang lalu
kau masih disini
di tempat suci
di bagian tubuh ini

Tumbuuh
Tumbuhlah domba kecilku
Dengan segumpal darah yang Tuhan titipkan padamu

bawalah angan bunda
pikullah segala harapan yg selalu bunda lantunkan pada-Nya

Bukan sebongkah berlian yg Bunda harapkan
bukan seonggok perunggu yang Bunda inginkan
bukan juga berlembar lembar uang yg Bunda impikan dari mu

Terbanglah bersama asamu
gapailah angan dan harapmu

untukmu anakku
Domba kecilku.

by Rif'atul mahmudah

Februari

Februari,
Kenapa seperti ini??
Aku yang selalu mengharapkan warna…
Megusahakan membentuk indah pelangi…
Yang aku tau kamu tak menyadarinya…

Ini,
Adalah ferbruari kita…
Tapi kenapa bisu yang tercipta??
Sunyi antara hatiku dan hatimu…
Membentuk embun embun kecil yang menetes


by :  Viiyans Ville 
 

Bunga ditengah Kegersangan

Indah dedaunan hijau Penyegar jiwa
Nada indah adalah nyanyian angin
ku rasa dan ku dengar
dan akan terus  kurasakan dihati ku
saat bersamamu diatas tanah nan gersang ini
puji syukur selalu terucap Untukmu
menatap mu…
mencium harum mu…
suatu anugerah Tuhan
yang masih bisa kurasakan
meski kini di ambang punah
warna warni bagai pelangi
dihamparan luas….
akan selalu aku rindu
akan selalu aku nikmati
kuncup-kuncup baru disana
akan menggantikan
mekar yang penuh warna
ini kehidupan terlewati dan terganti

  by :Yulia Rahmadani


Untuk mu Miracle (Abii)

Rngkasbitung, 25 Maret 2011














karena dia kiita bangkit
karena dia kita berdiri
karena dia langkah kita teriringi
dia sang penyanggah kegundahan dikala gelisah
ribuan kepala dia ayomi
ratusan serbitan hati, dia tutupi luka nya
engkau yang selalu menyirami kami dengan percikan nasihatmu

ketika hati terpuruk dalam kedilemaan
engkau selalu setia mendaratkan sebuah senyuman
disaat kami tersungkur... terlupa...
dalam jurang ketinggian
tak pernah lelah kau ingat kan
mulut kami bisu kaku
tubuh kami terpaku dalam lesu
gelap seluruh yang kami pandang
sejak kami yang seolah disibukkan oleh bahtera kehidupan kami

kau tetes kan embun di saat saat lelah kami
engkau adalah kotak
yang tak pernah penuh terisi keluh kesah kami
Terimakasih Abii...
kau yang telah menampung semua beban hati kami...
kami, menyayangimu...


by : Viiyans Ville

surat kecil untuk bunda

minggu kelabu
langit hitam legam
di ikuti tetesan air hujan
di temani dengan tarian kesepian
yang menggundahkan fikiran
memecahkan kesunyian

rindu ini sungguh tak tertahankan
menyeruak hingga relung hati paling dalam
rindu ini ku haturkan pada
Bunda terkasihku..
Bunda tercintaku..
maaf...
mungkin kali ini aku tak pulang
tak bisa hadir di pelukanmu bunda sayang
ku lihat awan itu bergerak menghampiriku
arahnya seakan mengajaku pulang
tapii...
aku hanya bisa tersenyum dan terdiam
menghaturkan salam
UNTUKMU BUNDA TERSAYANG...
sembah sujud anakmu
di negeri seberang


                                                               by : Domba kecilmu
                                                             Rief'atul mahmudah